Jatinangor, Sumedang — Di balik sebuah infografis yang menarik, terdapat proses panjang yang mengandalkan ketelitian dalam mengolah data menjadi informasi yang mudah dipahami dan tentunya mengandalkan kemampuan desain. Berbekal semangat belajar dan keberanian mencoba hal baru, dua mahasiswa Program Studi Statistika Universitas Padjadjaran, Tsaqif Akhirul Fakhri dan Lilis Kartika, berhasil membuktikan bahwa kolaborasi antara analisis statistik dan kreativitas visual mampu membawa mereka meraih Juara II Lomba Infografis pada ajang Electrical and Computer Competition Universitas Udayana 2026.
Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Keduanya melalui proses belajar yang penuh tantangan, mul
ai dari mencoba kompetisi pertama, belajar memahami data, hingga terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan berkembang.
Berawal dari Rasa Ingin TahuÂ
Ketertarikan Tsaqif terhadap dunia infografis bermula sejak awal memasuki bangku perkuliahan. Awalnya ia mempelajari desain infografis secara mandiri, kemudian mulai tertarik mengikuti berbagai kompetisi infografis yang banyak ditemukan di media sosial.
“Awalnya bukan infografis statistik, masih infografis umum. Setelah belajar di Statistika Unpad, aku jadi tertantang membuat infografis yang lebih banyak menggunakan analisis data,” ujarnya.
Berbeda dengan Tsaqif, Lilis justru tidak pernah merencanakan untuk terjun ke bidang infografis. Ia hanya memiliki target sederhana selama kuliah, yaitu ingin merasakan pengalaman memenangkan sebuah kompetisi.
Kesempatan itu datang ketika seorang teman mengajaknya mengikuti lomba infografis secara berkelompok. Karena memiliki latar belakang Statistika, Lilis dipercaya mengerjakan bagian analisis data, sementara rekannya menangani desain visual.
“Awalnya aku benar-benar belum tahu apa-apa soal infografis. Tapi dari situ aku belajar sambil praktik. Ternyata semakin ditekuni, semakin menarik.”
Belajar dari Setiap KompetisiÂ
Pengalaman pertama mengikuti lomba menjadi titik balik bagi Tsaqif. Meski merasa hasil karyanya saat itu masih jauh dari sempurna, kompetisi tersebut justru membuka jalan baginya untuk terus belajar mengolah data dan meningkatkan kualitas desain.
Kompetisi demi kompetisi kemudian diikuti hingga berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk pada Gammafest 2026 yang menurutnya menjadi pengalaman paling berkesan karena menggabungkan analisis statistik seperti forecasting dan regresi dengan kemampuan desain.
Sementara itu, perjalanan Lilis berkembang melalui proses yang tidak terduga. Saat timnya mengerjakan analisis time series untuk sebuah kompetisi, dosen yang melihat proses tersebut justru menawarkan diri menjadi pembimbing.
Bimbingan tersebut membuat kemampuan mereka berkembang lebih cepat hingga akhirnya mampu meraih berbagai prestasi, termasuk Juara II pada kompetisi yang diselenggarakan Universitas Udayana serta Gammafest IPB.
Baginya, sebagian besar kemampuan tersebut diperoleh melalui proses learning by doing, bukan semata-mata dari teori di kelas.
Lebih Dari Sekadar Gelar Juara
Di balik berbagai pencapaian tersebut, terdapat proses pengembangan diri yang tidak terlihat.
Lilis mengaku pernah menjadi pribadi yang kurang percaya diri ketika masih duduk di bangku SMA. Berbagai pengalaman membuatnya ragu terhadap kemampuannya sendiri.
Namun, dunia perkuliahan memberinya banyak kesempatan untuk mencoba hal-hal baru hingga akhirnya menyadari potensi yang dimilikinya.
Sementara itu, bagi Tsaqif, keberanian mengikuti kompetisi pertama menjadi keputusan yang mengubah arah pengembangan dirinya.
“Kalau dulu aku tidak memberanikan diri ikut lomba pertama, mungkin aku tidak akan mengenal pengolahan data dan tidak bisa mengeksplorasi banyak hal seperti sekarang.”
Kini, keduanya berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang visualisasi data sehingga karya yang mereka hasilkan tidak hanya menjadi media kompetisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyajian informasi yang lebih mudah dipahami.
Penutup dari Perjalanan
Perjalanan Tsaqif Akhirul Fakhri dan Lilis Kartika menunjukkan bahwa prestasi lahir dari proses belajar yang konsisten, kemauan mencoba hal baru, serta kolaborasi yang saling melengkapi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan mengolah data menjadi visual yang komunikatif menjadi keterampilan yang semakin relevan. Melalui infografis, keduanya membuktikan bahwa data tidak hanya dapat dianalisis, tetapi juga dapat diceritakan dengan cara yang lebih bermakna.
Penulis: Khalishah Himmatul Aliyah E-Mail: [email protected]
