JATINANGOR – Mahasiswa Program Studi Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran (Unpad), Shabrina dan Nazmi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 1st Honorable Mention pada Dokter Data Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Statistika Unpad mampu mengaplikasikan
ilmu statistika untuk menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan nyata di masyarakat.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Di balik penghargaan yang diperoleh, terdapat proses panjang yang dipenuhi pembelajaran, kerja sama, serta semangat untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang statistika.
Berawal dari Ketertarikan pada Analisis Data dan Dunia Kompetisi
Bagi Nazmi, ketertarikan terhadap analisis data dan penerapan ilmu statistika menjadi alasan utama dirinya aktif mengikuti berbagai kompetisi. Sebelumnya, ia pernah menjadi finalis dalam perlombaan statistika. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk kembali mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Sementara itu, Shabrina mengungkapkan bahwa setiap kompetisi selalu memberikan pengalaman dan pembelajaran baru. Menurutnya, mengikuti lomba bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam ilmu statistika dan menerapkannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata.
Ketertarikan terhadap cabang lomba esai pada Dokter Data Essay Competition juga menjadi alasan keduanya membentuk tim. Mereka melihat kompetisi tersebut sebagai wadah untuk mengasah kemampuan analisis sekaligus menyusun solusi yang relevan terhadap isu-isu yang dihadapi masyarakat.
Persiapan Intensif dan Kerja Sama Tim Menjadi Kunci
Dalam mempersiapkan kompetisi, Shabrina dan Nazmi memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sebagai bekal utama. Mereka memperkaya referensi melalui jurnal ilmiah, karya pemenang kompetisi sebelumnya, hingga berbagai materi edukatif di media sosial.
Shabrina juga mengaku memperoleh banyak wawasan dari kegiatan Pejuang Statistika (PESTA) yang diselenggarakan oleh Departemen Pengembangan Akademik Mahasiswa BE HIMASTA FMIPA Unpad. Pengalaman tersebut membantunya memahami teknik penyusunan esai yang baik dan sistematis.
Setelah menentukan topik yang akan diangkat, keduanya melakukan riset mendalam untuk memastikan solusi yang ditawarkan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Selama proses penyusunan, mereka membagi tugas berdasarkan kemampuan masing-masing, aktif berdiskusi, serta saling mengevaluasi hasil pekerjaan. Ketika berhasil lolos ke babak final, fokus persiapan beralih pada penyempurnaan presentasi agar penyampaian materi lebih terstruktur dan meyakinkan.
Tantangan di Tengah Padatnya Aktivitas Perkuliahan
Di balik proses tersebut, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah keterbatasan waktu. Shabrina mengungkapkan bahwa penyusunan esai dilakukan hanya dalam waktu sekitar 16 hari, bertepatan dengan jadwal ujian tengah semester, organisasi, dan berbagai kegiatan kepanitiaan.
Meski demikian, pembagian tugas yang jelas dan komunikasi yang baik membuat seluruh rangkaian persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. Nazmi menambahkan bahwa tim juga harus memastikan prototype yang dikembangkan tetap akurat meskipun dikerjakan dalam waktu yang singkat.
Bagi keduanya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya manajemen waktu, kerja sama, dan komunikasi dalam menyelesaikan sebuah proyek.
Pengalaman Berharga Hingga Meraih 1st Honorable Mention
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Shabrina adalah ketika berhasil lolos ke babak final dan berkesempatan mengunjungi Universitas Diponegoro untuk pertama kalinya. Bersama Nazmi, mereka berangkat ke Semarang tanpa pendamping di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Meskipun melelahkan, pengalaman tersebut menjadi kenangan yang tidak terlupakan.
Di sisi lain, Nazmi mengaku proses menyusun prototype menjadi pengalaman yang paling berkesan. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menganalisis data, tetapi juga mengubah hasil analisis tersebut menjadi solusi yang mudah dipahami serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seluruh usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya 1st Honorable Mention. Bagi Shabrina, penghargaan tersebut menjadi pencapaian pertamanya dalam sebuah kompetisi dan menjadi bukti bahwa kerja keras yang dilakukan bersama tim tidak sia-sia.
Menjadi Motivasi untuk Terus Berkembang
Prestasi ini menjadi motivasi baru bagi Shabrina dan Nazmi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang statistika. Keduanya sepakat bahwa kompetisi bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memberikan banyak pengalaman berharga.
Melalui pengalaman tersebut, mereka berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba berbagai kompetisi akademik. Selain memperluas wawasan, kompetisi juga menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta menunjukkan bahwa ilmu statistika memiliki peran penting dalam memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di masyarakat.
Penulis :Neza Syifa Fariha (Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi)
