Mahasiswa Program Studi Statistika Universitas Padjadjaran Angkatan 2024, Abdul Aziz Nur Sani dan Sundarin Syifa Qolbina Suganda, berhasil meraih Juara Harapan 2 pada cabang Pekan Analisis Statistika (PAS) dalam Jambore Statistika XV yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) Universitas Mulawarman. Prestasi tersebut diraih setelah keduanya melalui tahap penyisihan dan final yang menguji kemampuan analisis data serta penyelesaian persoalan statistika.
Mengembangkan Kemampuan Melalui Kompetisi
Pekan Analisis Statistika (PAS) merupakan salah satu cabang lomba tingkat nasional yang ditujukan bagi mahasiswa jenjang D3, D4, dan S1 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam menganalisis data, menyelesaikan persoalan statistika, serta menyajikan hasil analisis secara sistematis dan kreatif. Bagi Aziz dan Sundarin, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di luar perkuliahan. Ketertarikan mengikuti PAS berawal dari informasi lomba yang dibagikan di lingkungan mahasiswa. Aziz yang sebelumnya aktif dalam organisasi dan beberapa kompetisi merasa PAS menjadi tantangan baru yang sesuai dengan bidang yang ingin ia dalami.
Memanfaatkan Masa Libur untuk Persiapan
Tahap penyisihan berlangsung pada masa libur semester. Pada tahap ini, peserta memperoleh sebuah dataset yang harus dianalisis menggunakan metode statistika yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis kemudian disusun dalam bentuk paper ilmiah. Dalam proses pengerjaannya, Aziz dan Sundarin tidak hanya mengandalkan materi yang telah dipelajari di kelas. Keduanya juga mempelajari metode analisis baru yang belum diperoleh dalam perkuliahan untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih optimal. Usaha tersebut membuahkan hasil ketika tim berhasil melaju ke tahap berikutnya. Meski sempat berada dalam daftar waiting list, kesempatan untuk mengikuti final akhirnya terbuka setelah salah satu tim finalis mengundurkan diri.
Menghadapi Tantangan Menuju Final
Babak final diselenggarakan secara luring di Universitas Mulawarman, Samarinda. Pada tahap ini, peserta menghadapi dua rangkaian penilaian, yaitu pengerjaan soal statistika dan presentasi hasil paper di hadapan dewan juri. Persiapan menuju final menghadirkan berbagai tantangan. Aziz dan Sundarin harus mempelajari metode analisis yang relatif baru sekaligus membagi waktu dengan kegiatan perkuliahan yang telah kembali berlangsung. Selain itu, lokasi pelaksanaan yang berada di Kalimantan Timur juga menjadi tantangan tersendiri. Berbagai kebutuhan keberangkatan harus dipersiapkan sejak jauh hari, mulai dari pengaturan perjalanan hingga pendanaan.
Menjadi Pengalaman Berharga
Keberhasilan meraih Juara Harapan 2 menjadi pengalaman berharga bagi keduanya. Bagi Aziz, pencapaian tersebut terasa istimewa karena merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi analisis data hingga mencapai babak final tingkat nasional. Sementara itu, Sundarin memandang kompetisi ini sebagai kesempatan untuk bertemu dan belajar dari mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah. Menurutnya, pengalaman berkompetisi secara langsung dengan peserta lain memberikan wawasan baru sekaligus motivasi untuk terus berkembang. āBisa ada di dalam satu ruangan dengan orang-orang yang jauh lebih keren dan belajar banyak dari mereka juga ternyata adalah satu pencapaian,ā ungkap Sundarin.
Pesan untuk Mahasiswa Lain
Melalui pencapaian ini, Aziz dan Sundarin berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba berbagai kompetisi. Keduanya menilai setiap kesempatan dapat menjadi ruang belajar yang berharga untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
Aziz dan Sundarin Raih Juara Harapan 2 di Jambore Statistika XV
Aziz mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mencoba berbagai kesempatan yang ada. Menurutnya, selain berani melangkah, peserta juga perlu benar-benar memahami analisis dan metode yang digunakan dalam kompetisi. āJangan ragu dan jangan takut untuk mencoba. Gunakan kesempatan yang ada, karena kesempatan itu tidak datang dua kali. Dikuatin lagi hal yang sudah dianalisis, metode yang digunakan harus sampai paham dan mengerti,ā ujar Aziz. Sementara itu, Sundarin mengingatkan mahasiswa untuk tetap percaya pada diri sendiri dan proses yang sedang dijalani. āSegala hal yang terjadi di hidup kamu pasti adalah rencana Tuhan untuk menyiapkan kamu di fase kehidupan selanjutnya. Semangat selalu untuk percaya dengan diri kamu sendiri,ā tuturnya.
Ditulis oleh: Diva Chalyza Adhyaguno E-mail: [email protected]
